Saham Kalbe Farma Melejit pada Tahun Ini, Berikut Ulasannya(youtube)
Saham Kalbe Farma Melejit pada Tahun Ini, Berikut Ulasannya (youtube)

Saham Kalbe Farma Melejit pada Tahun Ini, Berikut Ulasannya

Saham Kalbe Farma pada tahun ini kabarnya akan terjadi peningkatan yang signifikan meskipun di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Hal tersebut bukan tanpa alasan yang jelas, tentu saja dapat dilihat melalui kuartal-kuartal. Ternyata Kalbe Farma berhasil memperoleh laba senilai Rp 716,5 Miliar Rupiah. Apabila dilihat daripada tahun sebelumnya, Kalbe Farma mengalami kenaikan sebesar 1 persen.

Berbagai divisi yang terdapat Kalbe Farma saling berkontribusi satu sama lain. Misalnya divisi farmasi resep terus mengalami pertumbuhan yang baik. Selain itu, produk terbaru yang dihasilkan divisi nutrisi sangat membantu penjualan.

Namun untuk divisi obat dan kesehatan konsumen masih butuh perbaikan dan peningkatan lagi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai analisis saham pada perusahaan Kalbe Farma ini. Alangkah baiknya kita tahu sejarah awal mulanya berdirinya perusahaan ini. Simak ulasannya!

Analisis dan Pergerakan Saham Kalbe Farma

Sebelum membahas mengenai analisis saham, alangkah baiknya mempelajari sejarah dan struktur organisasinya terlebih dahulu.

Sejarah Kalbe Farma

Kalbe memiliki 10 cabang di berbagai negara mancanegara. Misalnya negara ASEAN seperti Singapura, Filiphina, Malaysia, Thailand, Kambodia, Vietnam, dan Myanmar. Selain itu, juga ada negara Sri Lanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Didirikan pada tahun 1966 PT Kalbe Farma Tbk telah jauh berkembang. Pada awal mulanya sebagai bisnis di bidang farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Jakarta Utara. Seiring waktu 40 tahun sejarah perseroan perkembangan bisnis telah marak dilakukan.

Mulai dari melalui akuisisi strategis akan perusahaan-perusahaan farmasi lainnya. Perseroan telah sukses menempatkan merek-mereknya sebagai pimpinan di dalam masing-masing.

Kalbe merupakan salah satu perusahaan di bidang farmasi terbesar di Asia Tenggara. Seluruh  sahamnya telah tercatat di bursa efek. Saham Kalbe Farma memiliki nilai kapitalisasi pasar dia atas US$ 1 Miliar serta memiliki penjualan lebih dari Rp 7 Triliun.

Posisi kas yang begitu baik saat ini juga memberi fleksibilitas yang luas. Seperti dalam pengembangan bisnis Kalbe di waktu mendatang.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi pada sebuah perusahaan dapat memberikan gambaran mengenai pembagian tugas dan wewenang. Susunan struktur organisasi yang terdapat pada perusahaan yang menaungi saham. Diantaranya ada Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, serta Komite Remunerasi, Komite Nominasi, Komite CGC, dan Unit Bisnis Strategis.

Analisis Saham Kalbe Farma

Penjualan bersih saham PT Kalbe Farma Tbk yaitu Rp 6,01 Triliun pada kuartal pertama tahun 2021. Penjualan ini naik 3% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu Rp 5,79 Triliun.

Akan tetapi, pertumbuhan penjualan Kalbe di kuartal pertama tahun ini lebih kecil apabila disandingkan dengan pertumbuhan kuartal pertama pada 2020 sebesar 8%.

Pada pandemi Corona mulai berpengaruh akan penjualan Kalbe semenjak bulan April tahun 2020. Sejalan dengan pertumbuhan dan penjualan. Saham Kalbe Farma ini mengantongi laba bersih Rp 716 Miliar di kuartal pertama tahun 2021.

Laba bersih ini naik 7,1% dibandingkan Rp 669 Miliar di periode yang sama tahun 2020. Analisis Kiwoon Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai kinerja KLBF pada kuartal-kuartal selanjutnya. Analisisnya hasilnya berupa tidak akan jauh berbeda dengan realisasi kuartal pertama tahun ini.

Pergerakan Harga Tingkat Saham Emiten Farmasi PT KLBF Fluktuatif

Saham juga sempat melemah meski akhirnya bisa berbalik menguat. Sampai pukul 11.00 WIB saham emiten farmasi tersebut menguat 2,13% ke Rp1.680.

Analisis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin jelaskan bahwa fluktuasi harga sahamnya Kalbe Farma yang signifikan dipicu ekspektasi pasar yang relatif berlebihan. Padahal kondisinya pasca penerbitan emergency use authorization vaksin Covid-19 Sinovac. Penerbitan tersebut dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.