Rumus Mudah dalam Analisis Rasio Keuangan untuk Saham (corporatefinanceinstitute.com)
Rumus Mudah dalam Analisis Rasio Keuangan untuk Saham (corporatefinanceinstitute.com)

Rumus Mudah dalam Analisis Rasio Keuangan untuk Saham

Analisis rasio keuangan ini bisa Anda pelajari bersama analisis fundamental saham terutama untuk analisa laporan keuangan. Analisis rasio adalah salah satu laporan keuangan yang bisa kita lakukan dengan cara membandingkan antara komponen penting di setiap pos laporan keuangan.

Tujuan analisis seperti ini agar Anda dapat memahami lebih detail lagi mengenai kinerja keuangan di perusahaan dari sudut pandang yang luas. Selain itu, Anda juga bisa menganalisa lebih banyak mengenai kinerja keuangan, baik dari sisi profitabilitas, sisi struktur modal, dan melihat valuasi saham.

Analisis Rasio Keuangan yang Bisa Anda Ketahui dan Pahami

Ketika Anda ingin melakukan investasi saham, sebelumnya Anda harus bisa memahami analisisnya terlebih dahulu untuk bagian analisis fundamental. Akan tetapi, jumlah analisis ini juga sangat banyak dan di dalam praktiknya akan diperhatikan oleh investor.

Jadi, agar Anda tidak membuang-buang waktu untuk menganalisa laporan keuangan, sebaiknya memprioritaskan analisis rasio yang menjadi fokus investor. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula Expert.

Return on Equity (ROE)

ROE merupakan sebuah perbandingan antara laba bersih dan ekuitas lokal. ROE juga akan menunjukkan kemampuan perusahaan ketika akan menghasilkan laba bersih dengan modal.

Semakin besar ROE, maka kemampuan profitabilitas di perusahaan juga semakin membaik. Selain itu, ROE juga sebagai ukuran kemampuan di perusahaan untuk memuaskan pemegang sahamnya seperti dividen.

DER (Debt to Equity Ratio)

Di dalam analisis rasio keuangan ada sebuah DER yang merupakan perbandingan di antara utang total dan ekuitas total. Ini merupakan rasio yang mampu menunjukkan antara struktur modal di perusahaan.

Jika perusahaan yang memiliki pendanaan utang sangat besar tentu berbahaya, terutama untuk kelangsungan hidup di perusahaan. Ketika perusahaan memiliki DER yang besar, biasanya investor juga akan langsung menjual saham tersebut.

Untuk membandingkan antara besar kecilnya atau wajar tidaknya, maka DER harus Anda bandingkan dahulu dengan sektor perusahaan yang sejenis. Apabila DER perusahaan tersebut berada di bawah rata-rata, maka bisa dikatakan wajar.

PER (Price Earning Ratio)

Analisis rasio keuangan ada juga PER yang sering digunakan guna melihat valuasi saham dengan cara perhitungan yang sederhana. Biasanya valuasi ini berguna untuk melihat mahal dan murahnya harga saham di suatu perusahaan secara fundamental. Apabila semakin kecil nilai PER, maka akan semakin murah pula valuasi sahamnya.

EPS Earning per Share (EPS)

Ini adalah rasio yang biasanya digunakan dalam menghitung besar laba per saham di suatu perusahaan. EPS juga merupakan rasio pasar maupun rasio profitabilitas. Jika semakin besar, maka profitabilitas semakin bagus.

Selain itu, EPS yang besar maka menunjukkan bahwa sebuah perusahaan juga memiliki kelebihan di marketnya. EPS tinggi akan menunjukkan akan kemampuan perusahaannya untuk membagikan dividen pada pemegang saham.

PBV (Price to Book Value)

PBV adalah analisa yang berguna untuk melihat valuasi saham. Perbedaan dengan PER, PBV ini menggunakan ekuitas alias nilai buku per saham guna menghitung valuasinya.

Konsep ini sama halnya seperti PER. Jika rendah nilai PBV, maka bisa dikatakan pula semakin murah saham secara valuasi, begitu sebaliknya

Di dalam analisis rasio keuangan terutama analisa valuasi saham. Anda dapat mengkombinasikan antara PER dan PBV ini. Jika saham memiliki PBV dan PER yang sama murah dengan diikuti oleh fundamental bagus, Anda dapat mempertimbangkan investasinya.