klaim asuransi mobil penyok

5 Langkah Melakukan Klaim Asuransi Mobil Penyok Agar Segera Diterima

Bagi orang yang memiliki tunggangan berupa mobil sebagiannya memilih fasilitas asuransi karena beberapa alasan tersendiri. Dari itu sekiranya perlu untuk mengetahui tentang klaim asuransi mobil penyok agar tidak mengalami penolakan saat mengajukan dilakukan.

Akan tetapi tidak perlu khawatir, sebab ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk hal tersebut, yang perlu diketahui terkait jenis dari asuransi itu sendiri ada dua macam.

Pertama untuk mobil yang mengalami kerusakan baik dalam kategori ringan semacam lecet. Sampai dengan dalam kategori berat seperti penyok dan lainnya disebut dengan asuransi All Risk. Sementara itu untuk jenis kedua disebut dengan TLO diperuntukkan bagi mobil yang hilang maupun yang mengalami kerusakan secara keseluruhan. Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk memperoleh asuransi tersebut:

1. Menghubungi Pihak Asuransi Secepatnya

Adapun langkah pertama yang bisa dikerjakan ketika ingin melakukan klaim asuransi mobil penyok yaitu dengan menghubungi pihak terkait secepat yang dibisa. Hal ini perlu dilakukan agar laporan yang diberikan oleh pengguna mobil dapat segera diproses dengan baik. Maksimal pelaporan yang dilakukan adalah dalam jangka waktu 3 X 24 jam sesudah kejadian.

Pasalnya semakin awal pengguna memberikan laporan. Maka semakin mudah pula pengajuan klaim dilakukan. Yang perlu diperhatikan oleh pengguna adalah tentang pemberian laporan. Dimana penjelasan yang diberikan diusahakan sekecil mungkin agar mudah dipahami sekaligus dimengerti pihak asuransi.

Apabila laporan yang dilakukan dalam waktu dekat setelah kajian maka pihak asuransi bisa dengan segera mengirim mobil derek untuk membawa mobil pengguna ke bengkel.

2. Menyiapkan Bukti

Pengguna agaknya penting membawa bukti akan kajian yang menimpa mobil pada pihak asuransi. Mengingat ini adalah salah satu bukti agar tidak dikira mobil sengaja dirusak ataupun dihilangkan guna mendapatkan nominal dari asuransi. Adapun bukti yang dapat diberikan bisa berupa foto yang menggambarkan keadaan mobil.

Entah itu lecet sedikit maupun banyak bahkan penyok sekalipun. Namun jika mobil yang dimiliki hilang pada saat berada di parkiran, sehingga bukti yang perlu diberikan adalah rekaman CCTV. Bisa juga berupa bukti lainnya yang mendukung kehilangan mobil tersebut.

3. Memberikan Penjelasan

Hal yang cukup penting dilakukan ketika ingin mengklaim asuransi mobil penyok adalah mengutarakan penjelasan yang sesuai. Pasalnya kronologis cerita yang diberikan oleh pengguna cukup mengambil andil dalam penentuan dikabulkannya permintaan klaim maupun tidak. Dimana semakin detail penjelasan yang dipaparkan, maka semakin mudah pula proses klaim asuransi diperoleh.

4. Melengkapi Persyaratan

Setelah melakukan beberapa langkah sebelumnya. Jika pengguna serius untuk mengklaim asuransi mobil miliknya. Maka tentunya beragam persyaratan berupa berbagai macam dokumen harus dipenuhi. Diantaranya seperti fotokopi surat berharga kendaraan misal STNK, surat izin mengemudi, ada juga polis asuransi dan yang lainnya. Haruslah dipenuhi dan tidak boleh terlewatkan.

5. Menyiapkan Dokumen Pihak Ketiga

Apabila penyebab kerusakan dari mobil pengguna berasal dari pihak ketiga. Maka pengguna juga perlu menyiapkan beberapa dokumen penting asal pihak tersebut untuk memperoleh ganti rugi. Jika ingin rincian secara menyeluruh dari dokumen apa saya yang dibutuhkan. Pengguna bisa menghubungi pihak asuransi terkait atau bisa juga dengan mengunjunginya secara langsung.

Itulah pembahasan jika seorang pengendara ingin melakukan klaim asuransi mobil penyok agar segera diproses. Ulasan di atas bisa menjadi referensi pengetahuan apabila sewaktu-waktu mobil yang dimiliki oleh pengguna mengalami kerusakan. Baik dalam skala ringan ataupun berat bahkan sampai pada keadaan kehilangan. Misalnya untuk asuransi berjenis TLO memberikan sebesar 75 persen dari harga kendaraan ketika hilang atau rusak total.