perbedaan asuransi konvensional dan syariah

6 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Syariah yang Penting Diketahui

Asuransi sekarang ini mulai memiliki beragam jenis, dan syariah merupakan salah satu jenisnya yang paling populer. Hanya saja meskipun sudah sangat populer masih banyak yang belum mengetahui tentang asuransi syariah ini. Bahkan masih banyak yang belum mengetahui apa perbedaan asuransi konvensional dan syariah. Karena itu di sini akan diberikan pembahasannya.

Apa Itu Asuransi Syariah

Pertama sebelum mengetahui apa perbedaan asuransi konvensional dan syariah ada baiknya untuk mengetahui pengertian asuransi syariah terlebih dahulu. Jadi asuransi ini adalah kegiatan untuk saling menolong serta berbagi diantara sejumlah pihak ataupun perorangan melalui sebuah investasi. Investasi ini bisa berbentuk aset, atau tabbaru yang sesuai dengan syariat yang sudah ditetapkan.

Peraturan tentang pelaksanaan asuransi syariah, dan peraturan dalam melakukannya diatur dalam DSN MUI 21/DSN-MUI/X/2001. Jadi memang sudah sangat jelas, dan tidak boleh ada pelanggaran. Di sini perusahaan asuransi yang melaksanakan kegiatan ini akan melakukan pengelolaan tabbaru (dana). Pengelolaan ini nantinya digunakan untuk saling membantu antar pesertanya atau dikenal dengan istilah sharing risk.

Perbedaan Asuransi Konvensional dan Syariah

Setelah mengenal apa itu asuransi syariah, maka sekarang saatnya untuk melihat pembahasan perbedaan diantara keduanya. Tentunya perbedaan yang paling jelas terlihat dari konsep pengelolaannya. Karena kalau asuransi syariah dengan konsep sharing risk sementara asuransi konvensional lebih ke transfer risk. Selain itu ada lagi perbedaan lainnya yang dimiliki oleh kedua asuransi ini, diantaranya:

1. Kontrak Perjanjian

Syariah memiliki kontrak perjanjian dengan jenis hibah yaitu akada tabarru sebagai wujud ta’awwun. Ta’awwun sendiri berarti saling menanggung resiko antar sesama peserta/tolong menolong. Jadi semua ini dilakukan tetap sesuai dengan syariat islam. Sementara untuk kontrak asuransi konvensional, kontrak yang dilakukan adalah peserta asuransi sebagai tertanggung sementara perusahaan asuransi sebagai pertanggungan.

2. Kepemilikan Dana

Karena sifatnya yang menolong, maka kepemilikan dana dari asuransi syariah adalah bersama (dana kolektif). Jadi kalau ada salah satu pesertanya yang terkena musibah, maka peserta yang lain akan ikut membantu atau memberikan santunannya. Hal inilah yang tadi dikatakan dengan konsep sharing of risk. Sementara kepemilikan dana dari asuransi konvensional adalah pribadi.

3. Surplus Underwriting

Kalau untuk yang konvensional saat ada surplus underwriting atau selisih kelebihan (positif), maka peserta tidak akan mendapatkan hal tersebut. Semuanya akan diterima oleh perusahaan asuransi. Sementara kalau untuk asuransi syariah, kelebihan ini akan diberikan kepada pesertanya. Tentunya saat sudah dikurangi dengan santunan, cadangan teknis, dan reasuransi yang semuanya sudah ditotalkan.

4. Pengelolaan Biaya

Semua pengelolaan biaya yang dilakukan oleh kedua asuransi ini sangat berbeda tentunya. Karena asuransi syariah tentunya akan melakukan pengelolaan biaya dengan metode yang halal, dan tidak ada satupun yang melanggar syariat islam. Jadi tidak ada yang namanya bunga, ataupun hal lainnya dalam investasi. Hal ini pasti berbeda dengan pengelolaan biaya asuransi konvensional.

5. Produk yang Ditawarkan

Asuransi syariah memiliki produk yang ditawarkan seperti santunan asuransi maksimum, manfaat kesetiaan sampai total 80%. Selain itu semua produk yang ditawarkan oleh asuransi syariah tentunya sudah mendapatkan label halal. Jadi pengguna maupun nasabah tidak perlu merasa khawatir. Hal ini pasti berbeda dengan produk yang ditawarkan oleh asuransi konvensional.

6. Pengawas Asuransi

Terakhir adalah pengawas asuransi yang dimiliki oleh asuransi syariah.  Jadi kalau di asuransi syariah ada pengawasnya sehingga akan melakukan pengawasan terhadap investasi asuransi supaya tidak melenceng dari syariat islam. Hal ini biasanya tidak dimiliki oleh asuransi yang sifatnya konvensional.

Itulah tadi penjelasan tentang apa itu asuransi syariah, dan beberapa perbedaan asuransi konvensional dan syariah. Jadi sekarang jangan bingung lagi dalam membedakan keduanya, dan pilihlah yang memang sesuai dengan kebutuhan.