syarat pengajuan kpr btn

Begini Syarat Pengajuan KPR BTN Bagi yang Ingin Punya Rumah

anyak yang kurang mengetahui bagaimana syarat pengajuan KPR BTN. Rata-rata minimnya pengetahuan inilah yang menyebabkan seseorang takut untuk mengajukan KPR BTN. Namun, tak perlu khawatir, pada  pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai persyaratan serta cara yang harus dilakukan untuk pengajuan KPR BTN.

Untuk melakukan pengajuan KPR BTN terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh penggunanya. Persyaratan ini mencakup hal-hal dasar seperti umur minimal serta ketentuan-ketentuan lainnya untuk mendukung proses pengajuannya. Lebih lengkapnya, berikut ulasan persyaratan yang harus dipenuhi:

1. Warga Negara Indonesia Dengan Usia Minimal 21 Tahun

Pengajuan KPR BTN dapat dilakukan pada seseorang yang telah berusia minimal 21 tahun. Orang tersebut juga harus seorang warga negara Indonesia bukan dari warga negara asing. Selain itu, seseorang yang hendak melakukan pengajuan ini juga disyaratkan telah menikah, bukan dalam status single.

2. Usia Tidak Lebih 65 Tahun Ketika Kredit Jatuh Tempo

Persyaratan berikutnya yang harus dipenuhi yakni usia tak lebih dari 65 tahun saat kredit yang diajukan jatuh tempo. Namun, terdapat pengecualian pada peserta ASABRI yang memperoleh rekomendasi dari YKPP. Usia yang ditetapkan pada peserta tersebut yakni 80 tahun ketika kreditnya jatuh tempo.

3. Peserta Pengajuan Belum Memiliki Rumah

Syarat pengajuan KPR BTN selanjutnya adalah peserta pengajuan belum memiliki rumah. Peserta pengajuan KPR yang terdiri dari pasangan suami istri belum pernah mempunyai rumah sebelumnya serta tidak pernah mendapatkan subsidi bantuan rumah dari pemerintah. Akan tetapi terdapat syarat tersebut dikecualikan bagi seorang Pegawai Negeri Sipil, Polri serta TNI yang sempat mendapat perpindahan tugas sebanyak dua kali.

4. Penghasilan Tidak Lebih Dari Empat Juta Untuk Rumah Tapak

Peserta dapat melakukan pengajuan KPR apabila penghasilan atau gaji pokok yang diterima tidak lebih dari empat juta rupiah untuk rumah sejahtera tapak. Rumah yang dimaksudkan yaitu rumah yang terdiri dari satu lantai dan tidak bertingkat. Dengan begitu, dapat diajukan KPR untuk kategori tersebut.

5. Penghasilan Tidak Lebih Dari Tujuh Juta Untuk Rumah Susun

Sedangkan untuk pengajuan KPR pada rumah sejahtera susun atau bertingkat diberikan syarat yakni dengan penghasilan minimal sebesar tujuh juta rupiah. Peserta dengan jumlah penghasilan tersebut bisa mengajukan KPR BTN pada rumah yang lebih dari satu lantai.

6.Punya NPWP Dan SPT Tahunan PPh

Untuk pengajuan KPR BTN ini, peserta harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta Surat Pajak Tahunan (SPT) pribadi yang diatur sesuai undang-undang yang berlaku. SPT sendiri merupakan surat yang digunakan sebagai pelaporan penghitungan atau pembayaran pajak. Untuk itu, penting memperhatikan kepemilikan NPWP dan SPT yang sesuai.

7. Pengembangnya Wajib Terdaftar di Kementerian PUPR

Syarat selanjutnya yang harus dipenuhi untuk peserta pengajuan wajib pajak yakni pengembang perumahan tersebut juga harus terdaftar di Kementerian PUPR. Apabila tidak terdaftar pada kementerian terkait, maka akan menciptakan peluang yang tidak baik pada proses yang akan dijalani. Akibatnya, rumah yang diinginkan tidak dapat terwujud melainkan hal buruk pun dapat terjadi.

8. Spek Rumah Sesuai Peraturan Pemerintah

Pada pengajuan rumah kpr maka harus disesuaikan dengan peraturan dari pemerintah yang berlaku. Artinya, spesifikasi rumah yang hendak dibangun harus sesuai dan mengikuti anjuran dari pemerintah. Jika ada rumah tersebut tidak sesuai, maka ada kemungkinan besar pengajuannya pun akan gagal. Untuk itu, agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya seseorang mematuhi penetapan yang berlaku dari pemerintah.

Nah, ulsan di atas merupakan syarat pengajuan KPR BTN yang harus dipenuhi. Agar proses pengajuannya lancar, penting untuk memperhatikan persyaratannya juga. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi dengan baik, maka kemungkinan besar pengajuannya pun berpeluang gagal. Semoga informasinya bermanfaat.