Saham Syariah dan Hal-Hal yang Terkait di Dalamnya (pinterest)
Saham Syariah dan Hal-Hal yang Terkait di Dalamnya (pinterest)

Saham Syariah dan Hal-Hal yang Terkait di Dalamnya

Saham syariah merupakan salah satu produk yang terdapat pada pasar modal. Namun pasar modal tersebut harus berbasis syariah atau sesuai syariah yang ada di Indonesia.

Diantara banyaknya manfaat dari melakukan investasi saham, salah satunya yaitu mendapatkan profit. Bahkan memperkirakan risiko yang akan terjadi.

Dalam rangka memperoleh laba atau profit tersebut, saham jenis ini sudah sesuai dengan syariat-syariat Islam. Selain itu, juga sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jadi, apabila Anda sebagai umat muslim tentunya akan merasa lebih aman dan terjamin untuk membeli saham. Namun sebelum itu, berikut beberapa hal yang wajib Anda ketahui mengenai saham yang satu ini.

Berbagai Hal Tentang Saham Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Berikut beberapa hal yang wajib Anda ketahui sebelum membeli saham syariah.

Definisi Saham Syariah

Untuk definisi saham ini hampir sama dengan saham konvensional pada umumnya. Hanya saja yang membedakannya yaitu dalam proses pengelolaannya. Pengelolaan saham ini tidak bertentangan dengan syariah yang terdapat dalam pasar modal.

Sehingga ketika memperoleh laba atau profit ini halal dan sudah sesuai prosedur yang ada. Selain itu, apabila sebuah emiten ingin disebut sebagai saham harus melalui beberapa syarat. Seperti diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Syarat dan Ketentuan Saham

Aktivitas yang Dilaksanakan Emiten Harus Sejalan Dengan Prinsip Syariah

Apabila sebuah emiten ingin diakui menjadi saham syariah tentunya harus mengikuti beberapa larangan. Seperti bisnis tersebut bukan tergolong kategori judi. Selanjutnya perdagangan yang dilakukan harus sesuai syariah.

Jadi, harus ada permintaan dan penawaran yang benar-benar terjadi bukan fiktif belaka. Selain itu, juga tidak seperti emiten konvensional lainnya yang memakai bunga.

Lalu dalam proses pembuatan hingga penyaluran barang tidak boleh mengandung unsur haram atau mudarat. Terakhir tidak diperbolehkan untuk melakukan risywah atau suap.

Perusahaan Harus Memenuhi Standar Rasio Keuangan

Sebuah perusahaan dikatakan sudah sesuai prinsip syariah jika menerapkan beberapa hal berikut ini. Misalnya total hutang yang dimiliki tidak melebihi 45% dari total aset. Lalu total bunga yang dimiliki perusahaan tidak melebihi 10% dari total keuntungan bisnis.

Sudah Tercantum Dalam Daftar Efek Syariah

Apabila perusahaan tersebut sudah berbasis saham syariah, maka secara otomatis sudah tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Biasanya Daftar Efek Syariah ini secara berkala akan diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk range jangka waktunya biasanya pada bulan Mei dan November di setiap tahun.

Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional

Bidang yang Digeluti

Apabila saham konvensional cenderung akan melakukan bisnis di berbagai bidang tanpa terkecuali. Sedangkan saham syariah tidak akan terjun ke dalam bidang yang tak sesuai dengan syariat islam. Sehingga emiten memiliki standar dan acuan khusus dalam proses berbisnis ini.

Hutang yang Dimiliki

Tentu saja perusahaan konvensional lebih bebas dan fleksibel terkait perhutangan. Sedangkan emiten yang berbasis syariah ini mewajibkan emiten memiliki hutang yang lebih sedikit. Hal tersebut dibandingkan dengan total aset keseluruhan yang dimiliki perusahaan.

Pendapatan yang Diperoleh

Karena dalam proses transaksi saham syariah sudah sesuai agama Islam, tentu saja hasil yang diperoleh halal. Karena keuntungan yang berasal dari deviden dan selisih harga jual maupun beli tidak melebihi batas yang ditentukan. Sehingga pendapatan tidak halal yang dihasilkan juga lebih kecil.