Penyebab Turunnya Harga Saham Unilever Indonesia, Ini Penjelasannya! (idxchannel.com)
Penyebab Turunnya Harga Saham Unilever Indonesia, Ini Penjelasannya! (idxchannel.com)

Penyebab Turunnya Harga Saham Unilever Indonesia, Ini Penjelasannya!

Saham Unilever Indonesia ternyata selama ini dikenal sebagai salah satu saham blue chip yang memiliki brand image serta kinerja fundamental baik. Meski demikian, tak bisa kita pungkiri bahwa saham UNVR untuk jangka panjang selama satu hingga dua tahun trennya bisa turun. Bahkan banyak investasi yang sering mengatakan untuk membeli consumer goods seperti Unilever ini.

Ketahui Tentang Analisis Saham Unilever Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa saham UNVR akan mengalami penurunan terutama untuk jangka panjang. Dengan demikian, dari adanya saran-saran tersebut seolah-olah menjadi suatu teori. Maka dari itu, untuk membeli saham sebaiknya lakukan analisa yang lebih mendalam.

Unilever merupakan salah satu saham defensif karena semua barang atau produknya selalu dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu, brand image milik Unilever juga sangat bagus untuk kebutuhan masyarakat dan mudah ditemukan.

Meski demikian, membeli saham karena sahamnya terkenal saja, dirasa tidak begitu cukup. Hal ini karena adanya penurunan tren saham Unilever bukanlah terjadi karena random.

Jika kita melakukan analisis lebih mendalam dan detail, maka saham Unilever akan turun. Hal ini karena adanya pengaruh fundamental mikro dan makro. Ada beberapa penyebab mengapa saham UNVR memiliki harga yang terus turun.

Struktur Utang Sangat Besar

Saham Unilever Indonesia memiliki DER (Debt to Equity Ratio) bahkan hampir empat kali. Dengan artian bahwa utang Unilever sendiri sudah hampir 4 kali sangat besar dan lebih daripada ekuitasnya.

Umumnya, sebuah perusahaan yang mempunyai struktur utang besar, maka akan lebih mudah untuk turun. Hal ini karena para investor juga menganggap bahwa utang yang besar merupakan perusahaan yang memiliki risiko keuangan tinggi.

Jika hutang perusahaan sangat besar, maka perusahaan tersebut juga membutuhkan dana yang lebih banyak guna melunasi utangnya. Karena tidak semua saham consumer goods itu tahan banting, maka analisa perlu Anda perhatikan.

Turunnya Kinerja Fundamental

Dalam beberapa waktu terakhir ini, laba bersih di saham Unilever Indonesia pernah mengalami penurunan. Karena Unilever juga masih mencetak laba bersih, bahkan lebih cenderung periode sekarang daripada periode sebelumnya.

Adanya penurunan profitabilitas adalah salah satu penyebab dari banyak investor yang menjual saham mereka. Karena perusahaan blue chip biasanya sangat sensitif pada fundamental.

Jika perusahaannya bagus namun laba bersihnya turun, maka hal ini akan membuat para investor untuk menjual sahamnya. Sehingga hal ini akan menyebabkan penurunan harga saham yang sangat drastis. Jadi, saat laba bersih perusahaan turun, maka akan membuat sahamnya sulit naik.

Makro Kurang Bagus

Pada kondisi makro yang mengalami penurunan, maka akan membuat IHSG turun juga dan sepi transaksi. Tentunya hal ini akan membuat saham-saham di market, terutama untuk saham blue chip seperti saham Unilever Indonesia.

Di dalam saham-saham blue chip akan ada pergerakan harga untuk mengikuti IHSG karena sahamnya dengan market cap besar. Jadi saat IHSG turun, maka saham blue chip akan terkena imbasnya.

Valuasi Mahal

Dari segi valuasinya, Unilever ini sudah sangat mahal. Pada Price Book Value Ratio hampir mencapai 50 kali. Karena valuasinya mahal, maka harga saham akan relatif lebih sulit untuk naik terutama untuk jangka panjang.

Terlebih saat terjadinya penurunan di dalam kinerja fundamental dalam periode terakhir. Tentunya para investor akan segera menjual saham mereka. Hal inilah yang menyebabkan saham Unilever Indonesia memiliki harga yang terus turun.