Reksadana Pendapatan Tetap, Pilihan Investasi yang Tepat (finansialku.com)
Reksadana Pendapatan Tetap, Pilihan Investasi yang Tepat (finansialku.com)

Reksadana Pendapatan Tetap, Pilihan Investasi yang Tepat

Reksadana pendapatan tetap merupakan salah satu investasi pilihan saat ini. Sebab investor menilai bahwa investasi ini minim resiko, lebih menguntungkan, mudah dicairkan serta aman sebab dikelola oleh manajer investasi.

Selain itu, investasi reksadana merupakan yang sangat murah. Terlebih reksadana online yang dapat anda beli melalui e-commerce. Harga yang ditawarkan sangat rendah, mulai dari Rp 10 ribu.

Kelebihan Memilih Reksadana Pendapatan Tetap

Sebelumnya, apakah reksadana pendapatan tetap? Merupakan sebuah jenis dari reksadana yang mayoritas alokasi investasinya ada di efek utang untuk memberi pendapatan tetap.

Seperti contohnya adalah surat utang atau obligasi. Dimana jatuh temponya lebih dari 1 tahun. Baik yang diterbitkan oleh korporasi maupun oleh pemerintah.

Disebut dengan pendapatan tetap sebab surat utang atau obligasi itu dapat memberikan imbal hasil secara pasti dan rutin. Semisal dalam jangka waktu 1 atau 3 bulan sekali.

Investasi yang dihasilkan minimal 80 persen dari aset yang dimiliki atau aktivanya. Pengelolaan investasi dan putaran modal dilakukan oleh Manajer Investasi.

Cocok untuk Investor yang Mencari Aman

Reksadana pendapatan tetap sendiri memiliki resiko menengah. Hal tersebut dikarenakan resikonya lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang. Akan tetapi lebih rendah jika dibandingkan dengan reksadana saham.

Sehingga hal tersebut sangat cocok untuk anda yang memiliki tipe konservatif atau mencari aman. Dapat anda jadikan diversifikasi investasi ketika ekonomi belum stabil seperti sekarang ini.

Hasil Lebih Tinggi dari Deposito

Keuntungan dalam sebuah investasi memiliki hukum berbanding lurus dengan tingkat resikonya. Hal tersebut juga berlaku pada Reksadana pendapatan tetap.

Imbal hasil dapat mencapai sekitar 7 persen hingga 8 persen per tahun. Bahkan dapat mencapai rata-rata 9 persen.

Tentu saja lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang yang hanya sekitar 4,5 persen hingga 5,5 persen per tahun. Bahkan, dibandingkan dengan deposito dengan suku bunga yang hanya sekitar 3 persen hingga 5 persen saja.

Bukan Investasi Jangka Panjang

Bukan merupakan instrumen untuk jangka panjang. Investasi ini dapat Anda jalankan hanya sekitar jangka waktu 1 hingga 3 tahun saja.

Modal Kecil

Investasi yang satu ini tidak seperti dengan investasi yang lainnya. Seperti saham, emas ataupun properti. Anda tetap dapat memulai investasi reksadana mulai dari Rp 100 ribu saja.

Bahkan dengan membeli reksadana yang ada di e-commerce Anda dapat memulai dengan modal Rp 10 ribu saja. Lalu, anda masih dapat melakukan top up setiap bulannya.

Dapat Diambil Sewaktu-Waktu

Hal yang paling menarik dari investasi reksadana adalah dapat dicairkan sewaktu-waktu. Sehingga Anda dapat menjual unit reksadana kapan saja ketika membutuhkan dana mendesak.

Anda juga tidak akan dikenakan denda maupun penalti jika ingin menjual maupun mencairkan reksadana. Maka, waktu paling tepat untuk mencairkan yakni pada hari dan jam kerja sebelum pukul 13.00 WIB.

Hal tersebut merupakan ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Tercatat dalam aturan OJK mengenai Reksadana yang Berbentuk Kontrak Investasi secara Kolektif.

Lalu, uang tersebut akan ditransfer oleh Manajer Investasi yang paling lama tujuh hari kerja sejak transaksi atas penjualan tersebut berhasil. Akan tetapi biasanya dana akan masuk ke rekening bank atas nama investor hanya dalam waktu 2 hingga 3 hari kerja setelah transaksi penjualan berhasil.

Harga Fluktuatif

Reksadana pendapatan tetap juga memiliki resiko penurunan nilai unit penyertaan. Sebab dipengaruhi oleh turunnya harga surat utang. Akan tetapi jika harganya sedang naik, maka nilai unit reksadana pun akan terkatrol. Anda tidak perlu khawatir tentunya, sebab Manajer Investasi sudah memiliki jam terbang yang tentu tidak perlu diragukan lagi. Mereka tentu memiliki strategi guna menghadapi segala kemungkinan dari adanya resiko tersebut.