Pedoman dan Fungsi Indeks Saham Gabungan dalam Pasar Saham (tribunnews.com)
Pedoman dan Fungsi Indeks Saham Gabungan dalam Pasar Saham (tribunnews.com)

Pedoman dan Fungsi Indeks Saham Gabungan dalam Pasar Saham

Indeks saham gabungan atau yang biasa juga disebut dengan Indeks Harga Saham Gabungan dengan singkatan IHSG. Angka IHSG sendiri merupakan rata-rata dari harga semua saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Biasanya jika IHSG turun, maka harga saham di BEI kebanyakan juga sendang menurun. Dan begitu juga sebaliknya, jika angka IHSG naik, berarti harga sama yang ada di BEI juga mayoritas meningkat.

Pengertian Indeks Saham Gabungan

Indeks harga saham sendiri merupakan harga rata-rata dari beberapa kelompok saham tertentu. Menjadi indikator pergerakan harga saham secara keseluruhan.

Sehingga menjadi salah satu pedoman untuk berinvestasi di pasar modal. Selain itu, juga menjadi acuan untuk para investor dan trader untuk mengamati pergerakan IHSG dalam memantau pasar saham secara keseluruhan.

Ada banyak sekali indeks saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Antara lain adalah LQ45, menunjukkan harga rata-rata 45 saham unggulan dengan memiliki likuiditas paling tinggi. Selain itu juga ada indeks sektoral yang menunjukkan harga rata-rata saham dalam sebuah sektor tertentu, semisal jasa dan manufaktur. Akan tetapi yang menjadi patokan harga saham di Bursa Efek Indonesia secara keseluruhan adalah IHSG.

Cara Menghitung

Angka IHSG didapat dari menghitung menggunakan rumus Capitalization Weight atau Weighted Average. Pembobotan setiap perusahan berdasarkan pada nilai pasar dalam sistem ini.

Nilai pasar juga biasa disebut dengan kapitalisasi pasar atau market cap. Kapitalisasi pasar sendiri merupakan harga dari keseluruhan sebuah emiten perusahaan. Dihitung dengan cara mengalikan harga per lembar saham pada bursa efek dengan bobot saham atau juga jumlah total lembar saham yang ada dan diperjualbelikan di bursa.

Kapitalisasi pasar tiap saham dihitung lebih dulu, kemudian total kapitalisasi pasar dari semua saham di bursa efek dijumlahkan. Dari jumlah total semua kapitalisasi pasar ini kemudian dibagi dengan nilai dasar dan dikalikan dengan angka 100 yang menghasilkan angka IHSG.

Namun tidak semua emiten di bursa efek digunakan untuk menghitung indeks saham gabungan. Sebab tidak semua memenuhi kriteria bursa efek dalam perhitungan indeks.

Fungsi

Ketika Anda sudah mengetahui pengertian dari IHS dan cara menghitungkan. Lantas apakah anda tahu fungsinya?

IHSG sendiri memiliki 3 fungsi utama yang sangat penting untuk investor. Fungsi tersebut adalah sebagai patokan pergerakan pasar, untuk mengukur tingkatan profit rata-rata, serta pedoman dalam menilai performa atas portofolio saham.

Patokan Pergerakan Pasar

Indeks saham gabungan yaitu representasi dari semua harga saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Oleh sebab itu, IHSG menjadi indikator utama dari kinerja BEI. Dari melihat pergerakan angka IHSG maka berarti anda dapat melihat kondisi BEI pada saat ini.

Jika angka IHSG cenderung menurun, berarti kebanyak harga saham di BEI juga sedang mengalami penurunan, dan sebaliknya. Sehingga hal ini dapat dijadikan pertimbangan bagi investor dalam melakukan transaksi jual maupun beli.

Mengukur Tingkat Profit Rata-rata

Pergerakan IHSG sendiri juga dapat digunakan untuk menghitung rata-rata keuntungan dari investasi saham. Semisal pada tahun 2014 IHSG memiliki nilai 5.278, kemudian 5 tahun mendatang nilainya menjadi 6.329. Maka keuntungan investasi selama 5 tahun tersebut kurang lebih (6.329 – 5.178) / 5.178 x 100% = 22,23%. Dimana angka tersebut belum termasuk profit dari dividen saham.

Menilai Performa Portofolio Saham

Anda juga dapat menilai performa terhadap portofolio saham ataupun reksadana Anda melalui perbandingan dengan menggunakan IHSG. Apakah kenaikan dari nilai saham atau reksadana sudah sesuai dengan angkat tersebut.

Jika sudah sesuai, artinya Anda sudah memperoleh keuntungan investasi. Namun jika performa portofolio anda di bawah indeks saham gabungan, hal tersebut harus Anda waspadai.