Peranan Pasar Modal dan Produk yang Diperjualbelikan (mangihin.com)
Peranan Pasar Modal dan Produk yang Diperjualbelikan (mangihin.com)

Peranan Pasar Modal dan Produk yang Diperjualbelikan

Peranan pasar modal dalam dunia ekonomi dan bisnis suatu negara sangat besar. Sebelumnya, pasar modal sendiri merupakan pasar dari berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan.

Ada banyak sekali produk investasi yang dapat Anda beli maupun jual seperti saham, obligasi, reksadana, serta instrumen derivatif. Fungsi utama dari pasar modal sendiri adalah merupakan sarana pendanaan usaha bagi perusahaan dan merupakan sarana investasi untuk para investor.

Inilah Peranan Pasar Modal Dalam Ekonomi Negara

Ukuran pasar modal, likuiditas, tingkat keterbukaan, volatilitas, serta indikator lainnya dapat dijadikan sebagai tolak ukur perkembangan pasar modal pada suatu negara. Perkembangan pasar modal sendiri dapat dilihat dari indeks harga saham pasarnya.

Secara makro, pasar modal memiliki peranan penting dalam ekonomi sebuah negara. Sebab menjadi sarana untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi yang dimiliki. Sebuah perusahaan yang memerlukan dana dapat memanfaatkan pasar modal sebagai media untuk mendapatkan dana dengan untung yang lebih besar daripada perbankan.

Selain itu, peranan pasar modal juga menciptakan peluang bagi perusahaan untuk memberikan kepuasan kepada pemegang saham melalui dividen dan stabilitas harga sekuritas yang normal.

Instrumen Investasi

Saham merupakan modal yang dimiliki oleh sebuah PT atau Perseroan terbatas. Sebagai pemilik saham, berarti merupakan pemilik dari sebagian dari perusahaan tersebut.

Saham

Saham adalah sebuah surat berharga yang dijadikan sebagai bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Salah satu produk dari pasar modal ini tentunya sudah sangat populer untuk kalangan investor pasar modal.

Dengan keuntungan memperoleh dividen dari kinerja bisnis yang diperoleh perusahaan. Selain itu, juga meraih capital gain atau selisih dari harga jual saham dengan harga beli saham.

Obligasi

Sebuah bukti surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan maupun pemerintah atau negara. Penerbitan obligasi biasanya karena telah dibeli oleh investor yang ingin mendapatkan keuntungan dari selisih nilai pokok utang dan kupon bunga.

Keuntungan membeli obligasi adalah investor akan mendapatkan kupon obligasi. Selain itu, risiko dari obligasi juga relatif lebih rendah jika dibandingkan saham dan perolehan keuntungannya lebih tinggi dari deposito.

ETF

Merupakan kepanjangan dari Exchange Traded Fund yaitu jenis investasi yang hampir sama dengan reksadana. Perbedaannya adalah produk ETF ini diperjualbelikan lebih banyak ke saham-saham perusahaan yang ada dalam bursa efek.

Keuntungan yang akan didapat ketika membeli produk ini adalah dapat dibeli dan dijual kapan saja, asal masih dalam jam perdagangan di pasar modal. Memiliki biaya dan risiko yang rendah, sehingga sangat cocok untuk digunakan bermain investasi.

Lalu memiliki cakupan yang sangat luas, sebab dengan membeli satu ETF sama dengan memiliki puluhan saham yang merupakan perusahaan sekuritas yang bersangkutan.

Derivatif

Produk ini merupakan produk turunan dengan bentuk sebuah kontrak perdagangan, bukan merupakan aset keuangan yang riil. Derivatif ini ada 3 jenis, yaitu opsi, kontrak berjangka, serta swap.

Namun, produk yang tersedia pada bursa efek adalah derivatif keuangan. Di mana instrumennya berupa saham, obligasi, indeks obligasi, indeks saham, mata uang atau currency, tingkat suku bunga, dan instrumen keuangan lainnya yang berbentuk kontrak berjangka.

Struktur Pasar Modal

Peranan pasar modal tentunya tidak terlepas dari struktur pasar modal yang berada di bawah kendali Menteri Keuangan yang kemudian menunjuk Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. OJK sendiri menjadi lembaga pemerintah yang bertugas dalam melaksanakan pembinaan, mengatur, serta mengawasi operasional pasar modal. Tujuannya tentu agar aktivitas pasar modal yang teratur, efisien, wajar, dan melindungi kepentingan para investor.