Reksadana Syariah Apa Bedanya Dengan Reksadana Konvensional (pinterest)
Reksadana Syariah Apa Bedanya Dengan Reksadana Konvensional (pinterest)

Reksadana Syariah Apa Bedanya dengan Reksadana Konvensional

Reksadana syariah menjadi salah satu solusi bagi Anda yang ingin melakukan investasi namun sesuai syariah yang ada. Untuk tata cara pelaksanaannya tentunya juga berbeda dari reksadana pada umumnya atau konvensional.

Misalnya pada pengelolaan dana investasinya serta sektor dan industrinya, serta masih banyak perbedaan-perbedaan lainnya.

Oleh sebab itu berikut beberapa perbedaan reksadana ini dengan reksadana pada umumnya atau konvensional. Simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional

Berbagai perbedaan ini bisa dibagi dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa komponen. Seperti berikut ini:

  • Sektor dan industrinya. Untuk reksadana konvensional atau pada umumnya bebas memiliki aset di berbagai sektor dan industri tanpa terkecuali. Sehingga bisa saja dana tersebut tertuju pada industri yang tidak halal secara syariat agama Islam. Namun untuk reksadana syariah tentu saja selektif dalam menentukan sektor dan industrinya.
  • Bisa digunakan untuk sodaqoh. Salah satu fitur reksadana berbasis syariah ini yaitu proses pembersihan. Pembersihan ini merupakan pembersihan pada dana yang dirasa tidak sejalur dengan prinsip syariah. Maka dana tersebut nantinya akan disedekahkan. Biasanya dana tersebut bersumber dari bank kustodian yang mengandung bunga. Karena rata-rata bank kustodian yang ada belum ada yang berasal dari bank berbasis islami ini.
  • Memiliki resiko lebih kecil. Apabila sebuah perusahaan memiliki total hutang lebih sedikit daripada asetnya. Maka perusahaan tersebut tergolong dalam reksadana syariah.
  • Semua transaksi di dalamnya sudah di bawah Dewan Pengawas Syariah (DPS). Selain sudah berada di bawah naungan DPS. Perusahaan syariah ini juga berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan reksadana konveksi tidak mendapat pengawasan dari DPS ini.

Fakta Reksadana Syariah

Agar Anda semakin mantap untuk berinvestasi berbasis syariah agama Islam. Berikut beberapa fakta-fakta yang telah disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • Sudah terjamin sesuai syariat agama islam menurut DPS.
  • Untuk memproses laba yang diperoleh sudah diatur oleh manajer di bidang perusahaan syariah.
  • Produk yang ditawarkan relatif bermacam macam dan beragam.
  • Tersedia dalam bentuk dua versi baik online maupun offline.
  • Rata-rata pertumbuhannya relatif tinggi dan stabil.

Panduan Untuk Memulai Investasi Berbasis Syariah

Apabila Anda ingin merubah dana dari konvensional menjadi syariah simak beberapa langkah berikut.

  • Memilih produk syariah yang sesuai. Karena pengelola dana dalam sebuah perusahaan syariah merupakan manajer. Maka Anda harus memilih manajer yang ahli dan fokus dalam bidang ini. Sehingga nantinya dana yang anda berikan akan secara otomatis masuk DES.
  • Hanya mengeluarkan modal awal kecil. Sebenarnya baik reksadana konvensional maupun reksadana syariah memiliki modal awal yang sama. Biasanya Anda hanya cukup mengeluarkan biaya senilai Rp 100.000.
  • Tidak mewajibkan Anda melakukan setoran tiap bulannya. Untuk melakukan setoran reksadana berbasis Islami ini memiliki berbagai kemudahan. Sehingga anda bisa melakukan top up kapanpun dan dimanapun. Namun apabila ingin menggapai tujuan investasi dengan cepat, maka Anda bisa rajin melakukan top up setiap hari.
  • Pemilihan produk memiliki cara yang sama dengan konvensional. Langkah awal untuk memilih sebuah produk yaitu menentukan level resikonya terlebih dahulu. Apabila berniat untuk melakukan investasi dalam kurun waktu panjang. Anda bisa memilih reksadana saham. Namun apabila sedang bermain aman dan mengikuti alur, maka Anda bisa memilih reksadana pasar uang.
  • Pembelian berbasis online. Tentunya apabila Anda melakukan pembelian reksadana syariah secara online. Akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu.