Penyebab Turunnya IHGS Indonesia Untuk Saat Ini (market.bisnis.com)
Penyebab Turunnya IHGS Indonesia Untuk Saat Ini (market.bisnis.com)

Penyebab Turunnya IHGS Indonesia Untuk Saat Ini

IHSG Indonesia telah ditutup dengan adanya koreksi tipis 0,17 persen pada level 6.078,56. Pada akhirnya IHSG telah terkoreksi setelah adanya pergerakan bolak balik yang berasal dari zona merah ke zona hijau di sepanjang hari.

Pada nilai transaksi yang berlangsung hari ini sebesar Rp 12,4 triliun serta setelah terpantau investor asing telah menjual bersih Rp 393 miliar di pasaran reguler. Sudah sebanyak 180 saham yang terapresiasi, 316 terkoreksi, serta sisanya 155 yang stagnan.

Investor asing telah melakukan pembelian pada saham BMRI (PT Bank Mandiri Tbk) sebesar Rp 80 miliar dan juga MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk) Rp 51 miliar.

Sementara dalam penjualan bersih dilakukan oleh investor asing pada saham BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) yang dilego Rp 755 miliar dan juga PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk) yang dijual dengan harga Rp 31 miliar.

Terdapat sentimen negatif yang bersumber dalam negeri sendiri yakni berupa adanya kenaikan Covid-19 terutama pada DKI Jakarta. Hal tersebutlah yang memaksa untuk PPKM mikro pada Ibu Kota.

Adapun hal lain yang menjadi penyebab IHSG Indonesia bisa turun. Diantaranya sebagai berikut.

Penyebab Turunnya IHSG Indonesia

Jika Anda melihat pergerakan bursa saham secara nyata, tentunya bisa merasakan adanya perbedaan yang signifikan.

Benar sekali pasar saham IHSG Indonesia mengalami sebuah penurunan pada transaksi saham yang sangat signifikan di Bursa Efek.

Dalam hal ini membuat kebanyakan pergerakan saham menjadi lesu. Namun terdapat satu hal lagi yang bisa membuat dana asing dan juga lokal yang semakin banyak keluar dari bursa, yaitu dikarenakan Cryptocurrency atau yang biasa disebut dengan Crypto.

Sekarang ini crypto sedang naik daun serta banyak peminatnya. Membuat para pemula banyak yang mulai mencoba untuk bisa masuk ke pasar crypto.

Cryptocurrency atau crypto adalah mata uang digital yang bisa diperdagangkan secara online. Untuk contohnya sendiri seperti Bitcoin, Ethereum, BNB, Dogecoin serta masih banyak lagi untuk jenisnya.

Transaksi perdagangan crypto pastinya jauh lebih likuid daripada saham. Sebab crypto sendiri diperdagangkan pada seluruh dunia. Bukan hanya itu saja, crypto juga bisa ditradingkan dalam waktu 24 jam dan juga diperdagangkan ketika weekend. Sementara untuk pasar saham sendiri atau IHSG hanya buka pada pukul 09.00-16.00 Senin sampai dengan Jumat.

Pastinya adanya pergerakan yang fluktuatif mata uang crypto ini sangat cepat, sebab frekuensi transaksi pada perdagangannya lebih besar. Maka dari itu, naik turunnya mata uang crypto akan lebih cepat daripada saham.

Hal tersebut membuat orang-orang yang menginginkan mencari untuk dalam waktu cepat, mulai memasuki ke pasar crypto. Inilah merupakan jawaban menjadi penyebab pasar saham atau IHSG Indonesia menjadi turun belakangan ini serta adanya penurunan pada transaksi perdagangan yang sangat signifikan.

Memahami Siklus Pasar

Adanya keterkaitan penyebab IHSG Indonesia turun serta terjadi sebuah penurunan volume transaksi secara drastis disebabkan oleh banyaknya yang masuk ke crypto. Hal itulah yang disebut dengan siklus pasar.

Mempunyai dua alternatif dari instrumen itu menjadi hal yang lebih baik. Dengan kata lain, Anda mempunyai diverifikasi. Bukan hanya saham saja, Anda bisa juga tranding crypto. Apabila tidak menginginkan trading crypto, Anda bisa mencari instrumen investasi yang lainya yang legal.

Maka apabila salah satu instrumen sedang lesu atau turun, Anda bisa trading pada instrumen yang lainnya.

Nah itu tadi penyebab IHSG Indonesia turun dan mengalami penurunan transaksi pada saham serta memahami siklus pasarnya.