Memahami Price to Earning Ratio dan Cara Menghitungnya (corporatefinanceinstitute.com)
Memahami Price to Earning Ratio dan Cara Menghitungnya (corporatefinanceinstitute.com)

Memahami Price to Earning Ratio dan Cara Menghitungnya

Price to earning ratio tentu sudah tidak asing untuk Anda yang berinvestasi saham. Biasa disingkat dengan PER ini digunakan oleh investor untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan perusahaan dalam mengukur harga saham terhadap pendapatan saham.

Sebagai alat ukur untuk menghubungkan harga pasar atau nilai pasar per saham serta pendapatan per saham. Sehingga investor akan dengan mudah melakukan analisis dan menjatuhkan pilihan investasi pada perusahaan yang tepat.

Sebuah perusahaan dapat dikatakan baik jika penjualan pertumbuhan serta hutangnya terjaga. Sehingga dengan rasio ini Anda dapat menggunakan untuk melihat harga wajar saham, pertumbuhan perusahaan, proporsi hutang serta imbal hasil yang akan diberikan ketika menanam saham.

Mengenal Price to Earning Ratio

Pengertian dari PER sendiri merupakan rasio yang memberikan gambaran harga saham suatu perusahaan dibandingkan dengan laba atau keuntungan yang dapat dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Apabila PER tersebut lebih kecil daripada rata-rata nilai emiten yang lain dalam industri yang sejenis, maka harga dari saham perusahaan telah dianggap cenderung lebih murah.

Price to earning ratio ini juga sering disebut sebagai penghasil keuntungan berlipat ganda. Ada 2 tipe dari rasio ini, yaitu trailing dan forward.

Tipe trailing ini berdasarkan pada EPS atau Earning per Share pada periode sebelumnya. Sementara forward merupakan tipe yang menghitung berdasarkan pada nilai estimasi masa depan.

Rumus PER

PER = Harga Per Saham : Pendapatan Per Saham

Jika disederhanakan, ada 2 hal yang menjadi dasar perhitungan price earning ratio, yaitu harga per saham dan EPS yang didapatkan dengan mengambil pendapatan selama 12 tahun terakhir. Kemudian dibagi langsung dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar.

EPS = (Laba Bersih – Dividen Pilihan) : Rata-rata Saham Biasa yang Beredar

Mengapa Harus Menggunakan PER?

Tentu jika melihat dari kacamata investor, mereka akan membeli atau mendanai perusahaan yang memiliki kesehatan finansial dengan yakin. Sebab, pada setiap perusahaan tentu akan mengalami banyak hal yang tidak terduga karena faktor yang tidak terduga juga.

Sebagai investor tentu akan memilih perusahaan mana yang dapat menawarkan return on investment yang lebih tinggi. Tentu saja perusahaan harus meyakinkan investor mengenai setiap analisis rasio yang terjadi dalam perusahaan tersebut menunjukkan nilai yang baik.

Salah satunya adalah analisis rasio perputaran persediaan. Jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang trading ataupun penjualan barang.

Sehingga penilaian saham price to earning ratio ini akan menjadi bagian dari riset pemilihan saham. Dengan demikian investor akan mengetahui apakah perusahaan dapat membayar dengan harga wajar.

Terlebih dengan analisa PER ini tergolong sangat mudah cepat. PER pada umumnya sejalan dengan pertumbuhan perusahaan. Apabila pertumbuhan tinggi, maka nilai PER biasanya akan naik. Namun sebaliknya, jika nilai pertumbuhan rendah, maka PER juga akan rendah.

Model Pembentuk PER

Harga = EPS * PER

Merupakan rumus penyebab atau pembentuk harga saham. Sehingga EPS atau laba perusahaan dan juga PER merupakan pembentuk harga saham.

Hal tersebut tercantum dalam buku Power Pricing yang ditulis oleh Robert J. Dolan and Hermann Simon pada 1996. Dalam buku tersebut menyebutkan jika harga sebuah produk dapat ditentukan oleh 2 faktor.

Faktor tersebut yaitu faktor internal perusahaan yang meliputi biaya dan benefit. Kemudian, faktor eksternal perusahaan yang meliputi persepsi customer atau perceive customer value.

Sehingga faktor internal perusahaan dapat didekati dengan nilai EPS. Maka faktor eksternal yang berupan perceive customer value tersebut sebenarnya adalah nilai dari price to earning ratio itu sendiri.