cara analisis fundamental saham

Cara Analisis Fundamental Saham Bagi Para Investor Pemula

Ketika hendak melakukan kegiatan investasi, sebaiknya seorang calon investor memahami betul cara analisis fundamental saham yang ada sekarang. Perlunya, untuk menghindari segala macam dampak kerugian yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari. Yaitu dengan memperhatikan sejumlah cara dasar yang menurut sejumlah indikator penting saham dan pengelolanya di bawah ini:

1. Perhatikan Kesolidan Perusahaan Pengelola

Hal yang perlu dilakukan sebagai cara analisis fundamental saham bagi para investor pemula yang pertama ialah kesolidan perusahaan. Ini sangat penting untuk dicermati karena bagaimana pun juga ketahanan nilai saham yang dibeli sangat bergantung pada keadaan perusahaan. Jadi semakin solid perusahaan yang mengeluarkan saham, biasanya sebanding dengan tingkat kestabilan harga di pasar modal.

2. Simak Kewajaran Rentang Harga Saham

Lalu yang kedua, penting juga mengamati tingkat kewajaran harga saham yang dikeluarkan oleh perusahaan pengelola. Lazimnya, untuk menganalisis kewajaran ini dapat dilakukan dengan mencermati dua indikator utama, yang terdiri dari:

  • PBV yakni perbandingan harga saham di pasar modal dengan nilai buku yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan pengelola; dan
  • PER yang menunjukkan adanya perbandingan antara harga jual saham dengan nilai keuntungan bersih dari setiap lembar saham yang dimiliki.

3. Cermati Angka MOS

Sederhananya, poin ketiga ini merupakan prediksi akan ketahanan nilai jual saham pada periode ke depan yang dapat bernilai benar dan bisa pula salah. Terkait hal ini, sifatnya sangat relatif dan tergantung pada kondisi pada saat prediksi dilakukan. Namun lazimnya untuk prosentase MOS yang dinilai aman berada di kisaran 30 sampai 50 persen.

4. Pelajari Laporan Keuangan Perusahaan Pengelola

Selanjutnya yang keempat, penting juga mempelajari kondisi keuangan perusahaan sebagai cara analisis fundamental saham. Terutama pada sejumlah aspek penilaian komponen perusahaan yang disebutkan di bawah ini:

  • Nilai ROE atau perbandingan antara keuntungan yang diperoleh perusahaan pengelola dan total modal yang dipercayakan oleh pemilik saham yang semakin tinggi angkanya maka semakin baik untuk dijadikan pilihan;
  • Tingkat profit yang dihasilkan dari saham per lembarnya guna keperluan valuasi harga saham di pasar modal yang dapat dijadikan acuan untung ruginya di kemudian hari;
  • Kepemilikan aset perusahaan pengelola beserta pencadangannya untuk mengidentifikasi kelabilan yang dapat berdampak pada fluktuasi nilai saham baik jangka pendek maupun panjang;
  • Rasio DER yang berkaitan dengan jumlah pinjaman perusahaan terhadap bank untuk memastikan potensi keberlanjutan saham di kemudian hari;
  • Laporan cash flow yang menjadi bukti pengelolaan dana saham sebagai usaha yang nyata, ada pemasukan maupun pengeluaran, dan bukan fiktif atau sekedar pemutaran uang modal dan pinjaman saja; serta
  • Jenis laporan keuangan lain yang diasumsikan dapat memberikan dampak pada perubahan harga saham baik langsung maupun tidak langsung.

5. Ketahui Pembagian Dividen

Terakhir, namun tidak kalah penting untuk diperhatikan sebelum membeli saham adalah pemberian deviden oleh perusahaan pengelola. Biasanya besaran dividen ini ditentukan sesuai kesepakatan antara perusahaan dan para pemegang saham. Bila nilainya tinggi maka semakin baik, namun yang lebih penting adalah frekuensi pemberiannya, yang secara umum terlihat dari cash flow bulanan.

Itulah tadi sejumlah sajian penting dan akurat terkait cara analisis fundamental saham yang harus dilakukan oleh para investor pemula. Mengingat pentingnya poin-poin indikator yang disebutkan di atas, maka baiknya selalu diingat dan dijalankan sebelum membeli saham. Tujuannya, agar investor terhindar dari dampak kerugian yang mungkin terjadi akibat labilnya nilai saham.