cara mencairkan deposito mandiri

Mengenal Jenis Produk Pendanaan Bank Syariah yang Bisa Diandalkan

Dewasa ini, perbankan yang menganut hukum syariah Islam semakin menjamur di tanah air, lantaran peminatnya yang kian bertambah. Khususnya, terkait animo pada sejumlah produk pendanaan Bank Syariah yang dinilai menguntungkan para nasabah. Ingin tahu, seperti apakah produk-produk pendanaan istimewa tersebut? Simak saja ulasan di bawah ini untuk mendapatkan jawaban tentangnya!

1. Murabahah Jual Beli

Jenis produk pendanaan bank syariah yang pertama merupakan pengelolaan dana berprinsip jual beli. Ini merupakan prinsip mendasar yang banyak dipakai sebagai acuan dalam pemberian modal kerja bagi nasabah dalam sistem perbankan berbasis syariah. Selain itu juga mengenal adanya investasi atau penanaman saham yang dijalankan sesuai kaidah dalam hukum ekonomi Islam.

Salah satu kategori dalam produk syariah yang menerapkan prinsip jual beli ini ialah Murabahah atau Al-Ba’i Bitsaman Ajil. Yaitu kegiatan jual beli berdasarkan harga awal yang ditambahi dengan keuntungan yang telah disepakati secara musyawarah. Pada kegiatan ini, bank syariah akan berperan sebagai penjual barangnya, sedang pembeli menempati posisi sebagai pembelinya.

2. As-Salam dan Istishna

Selanjutnya ada Salam atau Ba’i As-Salam dan Istishna atau Ba’i Al Istishna yang juga menerapkan prinsip jual beli. Salam dapat diartikan sebagai kegiatan pembelian dengan cara bayar di awal dan barang diserahkan sesuai kesepakatan. Pada kegiatan ini yang bertindak sebagai penjual adalah nasabah dan yang membeli adalah pihak Bank Syariah.

Sedangkan, Istishna sebenarnya merupakan salah satu kategori pendanaan Salam, hanya memiliki pengkhususan dari yang lain. Berdasarkan pendapat terkemuka, kegiatan ini adalah sebuah kontrak penjualan antara pembuat barang atau penyedia jasa dengan pembeli. Lazimnya pada penerapan pendanaan syariah, dipakai untuk transaksi seperti pengadaan konstruksi bangunan dan bidang kegiatan lain sesuai jenisnya.

3. Prinsip Sewa Syariah

Pendanaan ini biasa disebut dengan istilah Al Ijarah atau Ijaroh. Merupakan kegiatan pemindahan hak pakai dari satu pihak ke pihak lain melalui sebuah perjanjian dengan penggantian upah atau sewa tertentu. Bedanya dengan prinsip jual beli, pada kegiatan ini tidak disertai dengan adanya perubahan dalam hal kepemilikan atas barang atau jasa.

Namun demikian, ada kalanya Ijaroh disertai dengan pemindahan hak milik di akhir sewa dengan menggunakan kesepakatan jual beli tertentu. Bila hal ini yang diterapkan oleh bank maka masuk dalam kategori Ijarah Muntahiyah Bittamlik. Secara sederhana, ini bisa diartikan sebagai pemindahan hak guna yang bersamaan dengan hak milik pada penghujung kesepakatan.

4. Syirkah Musyarakah

Lalu pada jenis produk keempat ada syirkah atau bagi hasil Musyarakah dalam pengelolaan dananya. Merupakan kegiatan usaha bersama atau kongsi yang menjalankan prinsip dasar pengembangan aset dengan cara kerjasama integratif. Cirinya, kedua belah pihak yang terikat perjanjian baik bank maupun nasabah sama-sama melakukan investasi dana untuk dikembangkan dalam usaha kolektifnya.

5. Mudharabah Bagi Hasil

Terakhir, namun merupakan produk yang bisa diandalkan adalah Syirkah Mudharabah. Yaitu sebuah kegiatan usaha berprinsip bagi hasil dengan ciri salah satu pihak sebagai pemodal dan pihak lainnya sebagai pengelola asetnya. Dalam hal ini baik pengusaha maupun bank syariah dapat mengambil peran, baik sebagai shahibul maalnya maupun sebagai mudharib alias pengelolanya.

Itulah tadi rincian produk pendanaan bank Syariah yang secara umum diterapkan oleh layanan perbankan di Indonesia. Bagaimana? Adakah salah satu di antara produk syar’i tersebut yang menarik hati? Jika ada, maka segera datang ke bank Syariah terdekat untuk mendapat informasi lengkap mengenai persyaratan serta tata cara pengajuan yang harus dilakukan!