imbal hasil obligasi

Komponen Imbal Hasil Obligasi yang Wajib Dipahami

Ketika memutuskan untuk melakukan kegiatan  bisnis investasi di pasar modal seperti halnya membeli obligasi, pastinya seseorang berharap untuk memperoleh keuntungan yang besar. Karenanya, sebelum melakukan pembelian wajib untuk memperhatikan komponen yang menentukan perhitungan imbal hasil obligasi tersebut. Yaitu terdiri dari setidaknya empat komponen utama, yang masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Jatuh Tempo dari Surat Obligasi

Saat hendak membeli surat berharga obligasi di pasar modal, seorang investor harus memahami lamanya jatuh tempo. Yakni rentang waktu obligasi akan dijalankan, semisal dalam rentang sepuluh tahun atau lebih. Karena jatuh tempo ini akan berpengaruh pada penghitungan nilai imbal hasil yang diberikan nanti baik yang current maupun yang berjenis maturity.

2. Kupon Bunga Obligasi

Kedua, kupon yang diberikan oleh perusahaan yang telah menerbitkan surat obligasi juga sangat menentukan imbal hasil yang diterima oleh seorang investor. Kupon ini dapat dipahami sebagai suku bunga yang diterima dari obligasi. Besarannya sangat variatif tergantung kesepakatan dari masing-masing perusahaan, namun lazimnya tidak jauh dari angka 15 % yang diberikan setiap tahun.

3. Harga Obligasi yang Ditawarkan

Berikutnya yang tidak kalah penting diperhatikan untuk mengoptimasi imbal hasil yang diterima ialah masalah harganya. Pastikan harga dari surat obligasi tersebut tidak memberatkan dan masih terbilang wajar sesuai dengan keadaan. Selain itu, investor juga wajib menyimak prediksi perkembangan harga obligasi kedepannya yang dapat dipantau dari rekam jejak pada tahun-tahun sebelumnya.

4. Jenis Imbal Hasil

Sekarang ini, ada dua jenis imbal hasil obligasi yang biasa diberikan oleh perusahaan pengelola kepada investor. Yakni dibedakan berdasarkan metode penghitungan menurut harga obligasi di waktu tertentu, yang terdiri atas:

a. IH Current

Jenis imbal hasil obligasi atau yield yang harus dipahami pertama kali adalah Current Yield. Yakni sebuah penghitungan perbandingan antara harga obligasi yang sedang berlaku di pasar modal dengan kupon suku bunga yang diberikan perusahaan pengelola. Kesesuaian dengan keadaan yang sedang berlangsung di lapangan inilah yang mendasari penyebutan current pada namanya.

Sebagai contohnya, misal seorang pengusaha melakukan pembelian obligasi di pasar modal dengan nominal 20.000.000 rupiah dengan tenor 10 tahun. Lalu harga yang berlaku sekarang senilai 12.000.000 rupiah dengan kupon bunganya sebesar 15% per tahun. Maka dapat diketahui imbal hasil currentnya sebesar 25% berasal dari rumus harga saat pembelian x kupon suku bunga : harga sekarang x 100%.

b. YM (Yield to Maturity)

Kedua ada YM atau Yield to Maturity yang merupakan jenis imbal hasil jatuh tempo yang dapat diketahui saat berakhirnya tenor sesuai dengan kesepakatan. Dapat juga diketahui pada saat modal obligasi telah dikembalikan secara penuh kepada investornya. Ini dapat dibedakan dari current karena ada penyeragaman harga saat ini dengan masa mendatang.

Sesuai kelazimannya, imbal hasil yang satu ini sangat bergantung pada situasi dan kondisi dari harga obligasi di pasar yang sifatnya sangat fluktuatif. Sebagai contoh saat harganya mengalami kemerosotan, maka imbal hasil akan mengalami peningkatan. Demikian pula ketika ada kenaikan harga obligasi maka nilai imbal hasil maturitynya yang menurun untuk keseimbangan.

Nah, demikianlah informasi terkait imbal hasil obligasi beserta jenisnya yang membuat para investor begitu tertarik untuk memilikinya. Bagaimana? Setelah menyimak sajian informasi penting di atas, tidakkah tertarik untuk segera menjadi investor yang berikutnya? Jika iya, maka sebaiknya siapkan dulu modal investasinya dan pantau terus trend terbaru yang berkaitan dengannya!